Minggu, 28 November 2010

tanah longsor

Tanah Lot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pura Tanah Lot
'Tanah Lot' adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Legenda

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.
Pura Tanah Lot

[sunting] Lokasi

Suasana di tepi pantai Tanah Lot
Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.

[sunting] Fasilitas

Dari tempat parkir menuju ke area pura banyak dijumpai art shop dan warung makan atau sekedar kedai minuman. Juga tersedia toilet bersih yang harga sewanya cukup murah untuk kantong wisatawan domestik sekalipun.

[sunting] Hari Raya

Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.

[sunting] Pranala Luar

puisi

Cinta memanggilku
Segera kuberlari meghampiri
Meski harus kutempuh
jalan berbatu dan berliku
Kan kuserahklan diri


kedalam rangkulan sayap2nya
Sekalipun duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya
akan melukaiku
Ku bisikan cinta
Mungkin cinta kan membawaku
terbang tinggi ke kumpulan bintang2
Namun dia juga akan mencabik2
Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautanTangan kita terikat...
bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu
Di luar itu pasirDi luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada
Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu
Jiwa ini adalah tanduDuduk saja

cerita lucu

 CERITA LUCU BANGET LHO...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
PengirimMessage
erwan efendi
Koordinator


Lokasi: Indramayu Asli Ngleri Playen GK Ngayogyokarto Hadiningrat
Reputation: 2

PostSubyek: CERITA LUCU BANGET LHO...   Sat Jul 25, 2009 11:05 pm

Disebuah perempatan jln raya, lampu merahpun menyala tanda semua kendaraan bermotor harus berhenti. Dasar tukang becak biasalah..nylonong aje. nah bersamaan ama tukang becak, ada sepasang suami istri sedang mengendarai motor baru. sepasang suami istri ini bibirnya sumbing semua,na'udzubillah ye... kcian bgt. nah.. karena baru bisa ngendarai mtor jd kurang tahu tuh ame yang namanye rambu2. ngikut aje ma tukang becak yang nekat. tak ayal sempritanpun berbunyi, ehh maaf peluit coy. Munculah disana sorang POLWAN yang cantik menghampiri Bpk2 yang sumbing td. "Selamat siang bapak!!"POLWAN menyapa dgn suara lembut bgt, wiiih...mantep coy. Bpk2 itu langsung copot helm n tersenyum. Polwan itu langsung menginterogasi, "Bapak namanya siapa??". Bapak2 itu menjawab dengan begitu jelasnya "Memek lu nikmat", sambil menyodorkan kartu SIMnya. mendengar spt itu, Polwan cantik itu tersentak n memperlihatkan warna muka merahnya, alias marah. Namun sambil melihat kartu SIM bpk2 td akhirnya muka merah yang diperlihatkan mulai memutih kembali menampakkan kecantikannya sambil tersenyum manis. OOoo. nama bapak "MEMET RUKHIMAT". ( he..he..he.... ya iyalah bibirnye aje sumbing mana mungkin bs ngomong jelas ye?) maaf ye cm sekedar humor aje. Moga kita,istri kita,keturunan kita,saudara2 kita, tmn2 kita n semuanya diberi kesehatan. Amiin..

kesehatan

Atropic Radang Lidah Memerah dan HalusAtropic pada lidah menyebabkan lidah memerah, halus, dan peradangan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab antara lain, infeksi bakteri, infeksi HIV, infeksi karena jamur, herpes, atau kanker lidah. Bisa juga karena kekurangan gizi, yakni vitamin B12, anemia, Asam Folat, atau difesiensi Niacin.
Foto Gejala Atropic Radang Lidah Memerah dan Halus
Foto Gejala Atropic Radang Lidah Memerah dan Halus

Gejala Atropic Pada Lidah :
- Lidah memerah
- Lidah sakit
- Lidah sensitif terhadap makanan pedas
- Nafas bau
- Luka di lidah atau mulut
- Gejala lain tergantung pada penyebab yang mendasari
Perawatan Atropic Pada Lidah :
Perawatan disesuaikan dengan penyebab. Jika penyebabnya karena kekurangan vitamin maka perawatan yang dilakukan adalah dengan terapi vitamin. Apabila penyebabnya karena infeksi maka dirawat dengan antijamur atau antibiotik.
Upaya lain yang dapat dilakukan dari gejala “Atropic Radang Lidah Memerah dan Halus” adalah merawat kebersihan lidah dengan sikat lidah dan menghindari konsumsi alkohol serta rokok. detikhealth.com

lingkungan

Indonesian forest campaigners visit Australia; Concerns with Australia’s international forest offset schemes

Sidney (19/11) - Friends of the Earth Australia, hosted a national tour by three environmental campaigners, Teguh Surya and Arie Rompas from WALHI, and Muliadi from ARPAG in Central Kalimantan to promote debate about Australia’s approach to offsetting carbon emissions through conserving forests in Indonesia.